Three,5 Juta Vaksin Moderna Tiba, Disusul 620 Ribu Astrazeneca

Penetapan jumlah sasaran per kelompok penerima vaksin untuk tingkat provinsi dan kabupaten/kota akan menjadi dasar dalam penentuan alokasi serta distribusi vaksin dan logistik vaksinasi dengan juga mempertimbangkan cadangan sesuai kebutuhan. Pada tahap pertama periode Januari-April 2021 sasaran vaksinasi Covid-19 adalah tenaga kesehatan, asisten tenaga kesehatan, tenaga penunjang serta mahasiswa yang sedang menjalani pendidikan profesi kedokteran yang bekerja pada fasilitas pelayanan kesehatan. Berdasarkan knowledge Kemenkes per Januari 2021, vaksinasi untuk tenaga kesehaan di 34 provinsi akan mencapai 1,four juta tenaga kesehatan. Langkah pemerintah dalam program vaksinasi nasional juga tampak dari dana yang dialokasikan.

Sedangkan, berdasarkan uji klinis vaksin tersebut di Brasil didapatkan efikasi sebesar 78 persen dan di Turki sebesar 91,25 persen. Saat dalam proses pendistribusian, vaksin disimpan dalam chilly room, vaccine refrigerator, dan tempat penyimpanan vaksin lain yang sesuai dengan jenis vaksin Covid-19 pada suhu yang direkomendasikan. Peralatan pendukung dan logistik lainnya, seperti auto disable syringe, safety box, alcohol swab, disimpan pada space atau ruang yang telah ditentukan di dalam instalasi farmasi. Hingga tahun 2020, Kementerian Kesehatan telah membelanjakan Rp 637,three miliar, untuk pengadaan vaksin.

Selain itu, muncul pula penolakan karena vaksinasi dianggap sebagai suatu pilihan pribadi, bukan kewajiban yang harus dijalankan karena program pemerintah. Salah satu penolakan terhadap vaksinasi berkisar pada ketakutan terhadap bahan-bahan yang terdapat dalam vaksin. Muncul pula penolakan vaksinasi karena alasan teori konspirasi, curiga bahwa vaksinasi adalah agenda tersembunyi dari suatu negara untuk mengambil keuntungan dari negara lain. “Pemerintah akan terus mendorong peningkatan kedisiplinan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan 3M .

Pasalnya, tenaga kesehatan merupakan profesi utama yang direkrut untuk memvaksinasi penduduk Indonesia. Pemerintah memacu program vaksinasi untuk mengendalikan pandemi dan menekan tingkat keparahan akibat Covid-19. Tapi, pemerataan program vaksinasi di semua daerah menghadapi sejumlah masalah. Pemerintah, lanjut Wiku, telah melakukan berbagai bentuk kerjasama multilateral dengan penyedia vaksin di luar negeri untuk memastikan pemenuhan goal kebutuhan vaksin COVID-19 bagi masyarakat. Beberapa bentuk kerjasama yang dijalin, di antaranya perusahaan vaksin Tiongkok Sinovac dan Sinopharm.

Sedangkan, faktor ketiga adalah kecocokan pressure pada vaksin dengan strain pada virus yang beredar di masyarakat. Namun, masih ada 8,7% puskesmas yang belum memiliki ice pack yang cukup untuk seluruh vaccine provider. Ice pack diperlukan untuk menjaga suhu di dalam cold box atau vaccine provider untuk tetap sesuai standar. Pembuatan vaksin COVID-19 merupakan salah satu upaya pemerintah untuk menekan angka kasus infeksi virus Corona yang masih terus meningkat.

Airlangga menyebutkan bahwa vaksin yang disediakan oleh pemerintah sudah melalui proses evaluasi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan , rekomendasi dari Indonesian Technical Advisory Group on Immunization , Organisasi Kesehatan Dunia , dan para ahli. Kemudian, hanya 10,3% puskesmas yang memiliki ice pack untuk seluruh chilly field mereka. Sebanyak eighty two,1% puskesmas menyatakan memiliki ice pack, namun hanya cukup untuk beberapa chilly box saja. Pengawasan dilaksanakan sesuai Standar Audit Intern Pemerintah Indonesia yang diterbitkan oleh Asosiasi Auditor Intern Pemerintah Indonesia .

Ada pula 52% puskesmas yang vaccine carrier-nya dilengkapi dengan alat pemantau suhu dan 14,67% tidak memiliki alat pemantau suhu sama sekali. Adanya alat pemantau suhu untuk memastikan suhu tetap terjaga dalam batas yang sesuai agar vaksin tidak rusak dan berfungsi optimum. Faktor lainnya lantaran belum semua puskesmas di seluruh Indonesia memiliki logistik yang mendukung program vaksinasi. Berdasarkan survei CISDI, 3,8% puskesmas tidak memiliki kulkas untuk vaksin yang berfungsi. Di bali, total dosis pertama yang diberikan mencapai 5,4 juta orang atau sixty nine,74% dari complete populasi Bali.